Berdasarkan laporan terbaru APWG (Anti-Phishing Working Group), terjadi peningkatan signifikan dalam serangan phishing secara global. Pada kuartal keempat tahun 2024 saja, tercatat 989.123 serangan phishing, meningkat dari 932.923 pada Q3 dan 877.536 pada Q2. Kenaikan ini mengindikasikan tren lonjakan ancaman phishing menjelang tahun 2025.
Di tahun 2024, Indonesia menempati peringkat ke-2 di Asia Tenggara dengan 85.908 kasus phishing, hanya di bawah Thailand. Hingga Mei 2025, laporan penipuan digital meningkat menjadi 128.281 kasus yang mencakup phishing, investasi bodong, dan penipuan pinjaman online.
Data visual: Lihat laporan tren phishing
Sejumlah studi dalam tiga tahun terakhir menunjukkan bahwa pendekatan berbasis kecerdasan buatan (AI), khususnya machine learning dan deep learning, terbukti efektif dalam mendeteksi phishing. Penelitian oleh He et al. (2024) menunjukkan bahwa kombinasi fitur domain dan algoritma seperti Random Forest mampu mencapai akurasi deteksi di atas 95%. Studi ini menekankan pentingnya analisis struktur URL dan konten email sebagai indikator utama serangan phishing.
BUMATARA menganalisis struktur domain, konten HTML, dan perilaku redirect URL secara otomatis. Sistem AI kami memadukan validasi pola URL, cek database phishing, dan analisis konten untuk menghasilkan prediksi tingkat keamanan secara real-time dan akurat.
Jangan asal klik! Pahami tanda-tanda link phishing yang sering digunakan untuk menipu.
tokopedia.net
atau google.com
xn--oogle-nza.com
)
Gunakan BUMATARA untuk cek URL mencurigakan secara instan dan gratis.
Mulai Periksa URL Gratis, cepat, dan tanpa perlu login